Home Kolom Dosen Lakukan Komunikasi Gaya Persuasi

Lakukan Komunikasi Gaya Persuasi

176
0
SHARE

Lakukan Komunikasi Gaya Persuasi.

Sobat. Komunikasi gaya persuasi adalah seni dan teknik mempengaruhi orang lain untuk menerima pandangan, kepercayaan, atau tindakan yang diinginkan melalui argumen logis, emosi, dan kredibilitas. Untuk melakukan komunikasi gaya persuasi yang efektif, berikut adalah beberapa langkah dan teknik yang dapat diikuti:

1. Pahami Audiens Anda:
o Kenali siapa audiens Anda, apa yang mereka butuhkan, inginkan, dan yakini.
o Identifikasi masalah atau kebutuhan yang relevan bagi audiens Anda.

2. Bangun Kredibilitas (Ethos):
o Tunjukkan pengetahuan dan keahlian Anda dalam topik yang dibahas.
o Sampaikan diri Anda sebagai orang yang dapat dipercaya dan memiliki integritas.
o Gunakan sumber-sumber yang kredibel untuk mendukung argumen Anda.

3. Gunakan Logika dan Bukti (Logos):
o Berikan argumen yang jelas dan logis.
o Gunakan data, statistik, dan fakta untuk mendukung pendapat Anda.
o Susun argumen secara sistematis agar mudah diikuti.

4. Sentuh Emosi (Pathos):
o Gunakan cerita atau contoh yang menggerakkan hati.
o Buat audiens merasakan urgensi atau kepentingan dari pesan Anda.
o Gunakan bahasa yang emotif untuk menarik perhatian dan empati audiens.

5. Susun Pesan dengan Jelas dan Terstruktur:
o Mulai dengan pengantar yang menarik untuk menarik perhatian audiens.
o Sampaikan poin-poin utama dengan jelas dan padat.
o Akhiri dengan kesimpulan yang kuat dan ajakan untuk bertindak.

6. Gunakan Teknik Retorika:
o Repetisi: Mengulangi pesan penting untuk memperkuat ingatan audiens.
o Anecdotes: Menggunakan cerita pribadi atau anekdot untuk membuat pesan lebih relatable.
o Analogies: Menggunakan analogi atau perbandingan untuk membuat konsep yang kompleks lebih mudah dipahami.

7. Antisipasi dan Atasi Keberatan:
o Pikirkan kemungkinan keberatan atau pertanyaan dari audiens.
o Siapkan jawaban atau solusi untuk mengatasi keberatan tersebut.

8. Libatkan Audiens:
o Ajukan pertanyaan untuk melibatkan audiens secara aktif.
o Gunakan teknik interaktif, seperti polling atau diskusi kelompok.

9. Gunakan Bahasa Tubuh yang Tepat:
o Pastikan bahasa tubuh Anda mendukung pesan yang Anda sampaikan.
o Jaga kontak mata, gunakan gerakan tangan yang mendukung, dan berdiri dengan tegap.

10. Latihan dan Evaluasi:
o Latih presentasi Anda untuk memastikan kelancaran dan kejelasan.
o Minta umpan balik dari teman atau kolega dan lakukan perbaikan.

Contoh Komunikasi Persuasif:

Pendahuluan: “Saudara-saudara, kita semua tahu bahwa perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi masa depan kita dan generasi mendatang. Namun, masih ada harapan jika kita bertindak sekarang.”
Argumen (Logos): “Data menunjukkan bahwa 97% ilmuwan iklim sepakat bahwa aktivitas manusia adalah penyebab utama perubahan iklim. Jika kita mengurangi emisi karbon kita sebesar 50% dalam dekade berikutnya, kita dapat membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.”
Emosi (Pathos): “Bayangkan dunia di mana anak-anak kita bisa menikmati udara bersih, air yang jernih, dan lingkungan yang sehat. Masa depan itu ada di tangan kita, dan kita punya kekuatan untuk membuat perbedaan.”
Kredibilitas (Ethos): “Sebagai ilmuwan lingkungan yang telah bekerja di bidang ini selama lebih dari 20 tahun, saya telah melihat dampak langsung dari perubahan iklim. Saya di sini bukan hanya sebagai ahli, tetapi juga sebagai orang tua yang peduli akan masa depan anak-anak kita.”
Ajakan untuk Bertindak: “Mari kita mulai dengan langkah kecil. Mulai hari ini, kita bisa mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan transportasi umum, dan mendukung kebijakan hijau di komunitas kita. Bersama-sama, kita bisa membuat perubahan nyata.”
Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menyampaikan pesan yang persuasif dan mempengaruhi audiens Anda untuk bertindak sesuai dengan tujuan yang Anda inginkan.

Ada enam Saluran Persuasi dalam buku The Art of woo

Buku “The Art of Woo: Using Strategic Persuasion to Sell Your Ideas” karya G. Richard Shell dan Mario Moussa membahas enam saluran utama yang bisa digunakan dalam persuasi. Berikut adalah penjelasan tentang enam saluran tersebut:
1. Persuasi Rasional:
o Menggunakan logika dan alasan untuk membujuk orang lain.
o Melibatkan fakta, data, statistik, dan argumen logis.
o Cocok untuk audiens yang berorientasi pada data dan analitis.
o Contoh: Menjelaskan keuntungan finansial dari investasi dalam energi terbarukan dengan menggunakan data statistik dan studi kasus.
2. Persuasi Emosional:
o Menggunakan emosi untuk menggerakkan audiens.
o Melibatkan cerita pribadi, contoh nyata, dan bahasa yang menyentuh hati.
o Cocok untuk audiens yang mudah dipengaruhi oleh perasaan dan empati.
o Contoh: Membagikan kisah pribadi tentang bagaimana sebuah organisasi amal membantu mengubah hidup seseorang.
3. Persuasi Koperatif:
o Melibatkan kerja sama dan kolaborasi.
o Membangun hubungan dan aliansi untuk mencapai tujuan bersama.
o Cocok untuk situasi di mana membangun konsensus dan hubungan jangka panjang penting.
o Contoh: Mengajak rekan kerja untuk bekerja sama dalam sebuah proyek dengan menekankan manfaat bersama dan tujuan kolektif.
4. Persuasi Autoritatif:
o Menggunakan otoritas atau posisi kekuasaan untuk mempengaruhi.
o Melibatkan penghargaan atau hukuman, dan otoritas formal.
o Cocok untuk situasi di mana hierarki dan kekuasaan formal berperan penting.
o Contoh: Manajer menggunakan posisinya untuk mengarahkan tim mencapai target perusahaan dengan memberikan insentif atau sanksi.
5. Persuasi Inspiratif:
o Menggunakan visi dan impian untuk menginspirasi orang lain.
o Melibatkan imajinasi dan visi masa depan yang lebih baik.
o Cocok untuk situasi di mana perubahan besar atau transformasi diinginkan.
o Contoh: Seorang pemimpin menggunakan pidato motivasional untuk menginspirasi timnya mencapai tujuan ambisius perusahaan.
6. Persuasi Timbal Balik:
o Menggunakan prinsip timbal balik, di mana memberikan sesuatu terlebih dahulu untuk mendapatkan sesuatu sebagai balasan.
o Melibatkan pemberian hadiah, bantuan, atau dukungan terlebih dahulu.
o Cocok untuk membangun hubungan baik dan meningkatkan kepercayaan.
o Contoh: Seorang penjual memberikan sampel produk gratis untuk menarik calon pelanggan membeli produk tersebut.

Dengan memahami dan menguasai enam saluran persuasi ini, Anda dapat memilih pendekatan yang paling sesuai dengan audiens dan konteks tertentu untuk meningkatkan efektivitas komunikasi persuasif Anda.
Lima Gaya Persuasi : 1. Pengemudi. 2. Komandan. 3. Promotor. 4. Pemain Catur. 5. Pengacara.

Dalam buku “The Art of Woo: Using Strategic Persuasion to Sell Your Ideas” karya G. Richard Shell dan Mario Moussa, terdapat lima gaya utama persuasi yang masing-masing memiliki karakteristik dan pendekatan tersendiri. Berikut adalah penjelasan tentang lima gaya persuasi tersebut:

1. Pengemudi (Driver):
o Karakteristik: Fokus pada hasil dan tujuan akhir. Mereka tegas, langsung, dan seringkali sangat berorientasi pada tindakan.
o Pendekatan: Menggunakan data dan fakta untuk membenarkan keputusan, serta menunjukkan cara cepat dan efisien untuk mencapai tujuan.
o Contoh: Seorang manajer proyek yang menekankan pentingnya memenuhi tenggat waktu dan mencapai target dengan cara yang paling efisien.

2. Komandan (Commander):
o Karakteristik: Memiliki otoritas dan kekuasaan, sering menggunakan posisi atau status untuk mempengaruhi orang lain.
o Pendekatan: Memberikan arahan yang jelas dan tegas, menggunakan kekuasaan untuk memimpin dan memastikan kepatuhan.
o Contoh: Seorang CEO yang mengumumkan kebijakan baru dan mengharapkan semua karyawan untuk segera menerapkannya.

3. Promotor (Promoter):
o Karakteristik: Bersemangat, karismatik, dan pandai membangun hubungan. Mereka cenderung optimis dan energetik.
o Pendekatan: Menggunakan daya tarik pribadi, cerita yang menginspirasi, dan visi yang memotivasi orang lain untuk mendukung ide atau proyek.
o Contoh: Seorang pemasar yang dengan antusias mempresentasikan produk baru dan mengajak audiens untuk ikut serta dalam peluncuran produk tersebut.

4. Pemain Catur (Chess Player):
o Karakteristik: Strategis, analitis, dan berpikir jauh ke depan. Mereka mempertimbangkan berbagai kemungkinan dan merencanakan langkah-langkah mereka dengan hati-hati.
o Pendekatan: Menggunakan strategi yang kompleks dan pendekatan taktis, mempertimbangkan semua opsi dan memprediksi reaksi lawan.
o Contoh: Seorang negosiator yang dengan cermat merancang rencana negosiasi, memprediksi setiap kemungkinan respons dari pihak lain, dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif.

5. Pengacara (Advocate):
o Karakteristik: Pandai berargumen, berpikir kritis, dan ahli dalam menggunakan logika untuk membujuk orang lain. Mereka sering memiliki pemahaman yang mendalam tentang masalah yang mereka perjuangkan.
o Pendekatan: Menggunakan argumen yang terstruktur dengan baik, bukti, dan retorika untuk meyakinkan orang lain tentang posisi mereka.
o Contoh: Seorang pengacara yang membela kliennya di pengadilan dengan menyajikan bukti dan argumen logis yang kuat.

Implementasi Gaya Persuasi:

• Menyesuaikan Gaya dengan Audiens: Penting untuk memahami audiens dan situasi sebelum memilih gaya persuasi yang akan digunakan. Misalnya, gaya Pengemudi mungkin cocok untuk tim yang membutuhkan dorongan cepat, sementara gaya Pemain Catur cocok untuk situasi yang memerlukan perencanaan jangka panjang.
• Kombinasi Gaya: Terkadang, menggunakan kombinasi dari beberapa gaya dapat meningkatkan efektivitas persuasi. Misalnya, seorang Promotor mungkin juga perlu menggunakan bukti logis seperti Pengacara untuk meyakinkan audiens yang skeptis.

Dengan memahami dan menguasai lima gaya persuasi ini, Anda dapat meningkatkan kemampuan Anda dalam mempengaruhi dan meyakinkan orang lain dalam berbagai konteks dan situasi.

Salam Dahsyat dan Luar Biasa !

( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis 33 Buku Mengenai Motivasi dan Pengembangan diri. Dosen Filsafat Ilmu Pascasarjana UIT Lirboyo )