Home Berita Reels 2024 PGMI Kelas B : Mengulik Sisi Intelektual Capital dalam...

Reels 2024 PGMI Kelas B : Mengulik Sisi Intelektual Capital dalam Kegiatan Reels 2024.

152
0
SHARE

Mengulik sisi intelektual capital dalam kegiatan REELS 2024

Kali ini kita akan mengupas terkait topik intelektual capital dalam kegiatan REELS UIT Lirboyo. REELS atau Reality Experiental Study merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan tiap tahunnya oleh Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri. Kegiatan REELS bertujuan untuk mendorong mahasiswa Pascasarjana UIT Lirboyo Kediri untuk menggali keunggulan-keunggulan capital diluar kampus kita tercinta supaya tercipta inovasi-inovasi yang bisa mendorong kemajuan baik secara individu maupun tingkat universitas. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19-22 Mei 2024 dengan tujuan Bogor-Bandung.

Sebelum membahas lebih lanjut terkait intelektual kapital tiap destinasi, kita bahas dulu apa sebenarnya intelektual capital itu dan apa-apa cakupan didalamnya?
Intellectual capital merupakan aset tidak berwujud yang memberikan nilai pada perusahaan, lembaga ataupun masyarakat baik pada penciptaan dan penyebaran pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan maupun pengembangan penelitian.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai bagaimana intellectual capital terwujud dalam sebuah universitas melalui tiga komponen utama:

1. Human Capital (Modal Manusia): Ini meliputi keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman karyawan yang dapat diandalkan untuk menciptakan inovasi dan solusi bagi perusahaan. Termasuk di dalamnya adalah pendidikan, keahlian, bakat, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi karyawan.
2. Structural Capital (Modal Struktural): Ini mencakup semua proses, budaya perusahaan, sistem manajemen, prosedur, basis data, dan infrastruktur teknologi informasi yang mendukung produktivitas dan efisiensi operasional perusahaan. Modal struktural juga mencakup hak kekayaan intelektual seperti paten, merek dagang, dan hak cipta.
3. Relational Capital (Modal Relasional): Ini merujuk pada hubungan perusahaan dengan pihak eksternal, termasuk pelanggan, pemasok, mitra bisnis, dan jaringan profesional lainnya. Modal relasional mencakup loyalitas pelanggan, hubungan pemasok, reputasi merek, dan jaringan strategis yang membantu dalam pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis.

Secara keseluruhan, intellectual capital memainkan peran penting dalam menciptakan nilai suatu lembaga dan memberikan keunggulan kompetitif. Pemahaman dan pengelolaan yang efektif terhadap intellectual capital dapat membantu lembaga meningkatkan kinerja, inovasi, dan daya saing di pasar.
Universitas Ibn Khaldun Bogor

Universitas Ibn Khaldun merupakan tujuan pertama dari REELS 2024. Universitas ini adalah perguruan tinggi yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Ibn Khaldun Bogor. UIKA Bogor didirikan pada tanggal 23 April 1961 oleh dr. Marzuki Mahdi, KH. Sholeh Iskandar, R.H Soelaeman Affandi Kartadjoemena, Ir. Prijono Hardjosentono, Djunus Dali, Ir. Imam Rahardjo, RSA. Suwigyo, H.M. Djunaedi. UIKA Bogo memiliki 6 fakultas dan sekolah pascasarjana dengan program studi sebanyak 35 prodi. Hal ini sesuai dengan isi sambutan yang disampaikan oleh Dr. H. Endin Mujtahidin M.Si. dalam studium General di ruang pertemuan pascasarjana UIKA Bogor. (20/5)

“Guru tidak bisa digantikan oleh teknologi, akan tetapi tanpanya guru akan tertindas oleh zaman yang apa-apa serba teknologi” begitulah kira-kira kata pembuka dalam kuliah umum oleh Prof. Dr. H. Zainal Abidin Arief, M.Si yang merupakan Kaprodi Teknologi Pendidikan Program Pascasajana UIKA Bogor. Menurut apa yang disampaikan beliau, ada beberapa hal yang dipehatikan dalam meningkatkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (Human Capital) dalam sebuah Universitas diantaranya:

1. Mengikut sertakan civitas akademik dalam asosiasi nasional baik itu dosen kaprodi, dosen tenaga pengajar dan mahasiswa. Asosiasi nasional ini bertujuan untuk program evaluasi kurikulum dari UIKA Bogor dan dilaksanakan tiap tahun sekali.
2. Pengembangan dan penerapan kurikulum berbasis OBE (Outcome Based Education) dimana mahasiswa disiapkan untuk memiliki kemampuan untuk bersaing dalam skala global.
3. Adanya seminar Internasional yang mendukung program pengembangan kualitas intellectual Capital baik dosen maupun mahasiswa UIKA Bogor.
4. Menyelenggarakan seminar nasional tiap 1-2 minggu sekali guna mengembangkan kemampuan sosialisasi dan pengembangan intelektual baik antar alumni maupun antara mahasiswanya sehingga ilmu yang didapatkan mereka dapat berkembang.

Seperti penjelasan sebelumnya, selain Human Capital ada juga structural Capital yang mendorong keberhasilan prodi Teknologi Pendidikan UIKA Bogor dalam mencapai akreditasi unggul. Infrastruktur Fisik: Gedung perkuliahan, laboratorium, perpustakaan, dan fasilitas penelitian yang memadai. Infrastruktur ini mendukung proses belajar mengajar dan penelitian. Sistem Manajemen Pengetahuan: Basis data penelitian, sistem manajemen kursus, platform e-learning, dan perpustakaan digital. Sistem ini membantu dalam pengelolaan dan distribusi pengetahuan di seluruh universitas. Kurikulum dan Program Studi: Struktur program pendidikan, silabus, dan metode pengajaran yang dirancang untuk memenuhi standar akademik dan kebutuhan industri.

Hubungan Kerjasama dan Kemitraan dengan eksternal juga terus dikembangkan oleh UIKA Bogor baik dengan industri, lembaga penelitian, pemerintah, dan institusi pendidikan lainnya. Kerjasama ini dapat mencakup program magang, penelitian bersama, pertukaran mahasiswa nasional dan internasional serta proyek komunitas. Alumni: Jaringan alumni yang kuat dapat memberikan manfaat dalam bentuk mentoring, donasi, dan peluang kerja bagi lulusan baru. Adanya program yang menjembatani pertemuan antar alumni juga direalisasikan dalam bentuk seminar terkait perkembangan teknologi pendidikan. Sehingga antara alumni dan perkembangan pendidikan tetap sinkron tanpa adanya perbedaan zaman. UIKA Bogor juga mendorong alumninya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya dengan mengikuti beberapa beasiswa baik S2 maupun S3 nasional maupun internasional. Hal ini dapat kami simpulkan saat melakukan percakapan ringan dengan salah satu dosen UIKA Bogor Bu Yeni Raini, M.Pd yang sedang mengenyam pendidikan S3 dengan jalur BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia). Reputasi dan Citra: Reputasi universitas dalam hal kualitas pendidikan, penelitian, dan kontribusi sosial. Ini dapat meningkatkan daya tarik bagi calon mahasiswa dan staf pengajar, serta peluang pendanaan dan kolaborasi.

Dengan mengelola intellectual capital secara efektif, UIKA Bogor dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, memperluas jaringan dan kerjasama, serta berkontribusi lebih signifikan pada masyarakat dan ilmu pengetahuan sehingga memiliki keunggulan kompetitif dan mampu beradaptasi dengan perubahan di dunia pendidikan tinggi.

BRIN dan Kemendikbud

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan dan memfasilitasi kegiatan riset dan inovasi di seluruh Indonesia. BRIN dan Kemendikbud saling bekerja sama mendorong terciptanya ilmuan-ilmuan dalam bidang pendidikan dan teknologi untuk terus berinovasi tana takut kekurangan suatu hal apapun.

Dalam BRIN terdapat Pengembangan dan Pelatihan dimana mencakup tim rekrutmen ahli, pelatihan secara berkelanjutan dengan mengadakan program pelatihan dan workshop untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan staf. Ini termasuk pelatihan dalam metode penelitian terbaru, teknologi baru, dan pengelolaan proyek. Adanya program Pertukaran dan Kolaborasi yang mendukung partisipasi dalam program pertukaran ilmiah internasional dan kolaborasi dengan lembaga penelitian global untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan. Terus berkembangnya Proyek Penelitian Inovatif dimana mendorong dan mendanai proyek-proyek penelitian yang inovatif dan memiliki potensi dampak tinggi pada ilmu pengetahuan, teknologi, dan masyarakat. Mendukung peneliti dalam publikasi karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi untuk meningkatkan visibility dan pengakuan global.

Adapun seiring perkembangan zaman BRIN mengembangkan 3 program prioritas diantaranya:
1. Pembenahan manajemen riset agar sesuai dengan standar global
2. Melakukan peningkatan kapasitas dan kompetensi riset melalui peningkatan kualifikasi sumber daya manusia (SDM), melalui perekrutan diaspora secara masif dan berkolaborasi dengan mitra dari dalam dan luar negeri.
3. Peningkatan peran BRIN sebagai penyedia infrastruktur (SDM dan perangkat keras/lunak) riset nasional dan menjadi hub (tempat/wadah) kolaborasi untuk aktifitas kreatif berbasis iptek yang terbuka bagi semua kalangan (akademisi, mahasiswa, dan industri).
Adanya kegiatan studium general bersama UIT Lirboyo Kediri menunjukkan adanya upaya untuk membangun kemitraan dengan universitas, lembaga penelitian, industri, dan pemerintah baik di dalam negeri maupun internasional untuk memperkuat kapasitas riset dan inovasi.

Farm House Lembang

Farmhouse Lembang di Bandung adalah destinasi wisata populer yang menggabungkan elemen-elemen pertanian tradisional dengan pengalaman wisata modern. Dalam konteks ini, intellectual capital memainkan peran penting dalam menciptakan dan mempertahankan daya tarik tempat wisata tersebut. Kreativitas dan keahlian dalam merancang dan membangun bangunan layaknya replika desa Eropa, taman bunga, dan fasilitas lainnya menaik minat pengunjung untuk berswa foto ditiap detail bangunan yang cukup eksentrik.

Adapun hubungan kolaborasi dengan pemasok lokal, pemerintah daerah, dan komunitas pariwisata yang mencakup penyediaan produk lokal untuk dijual di toko suvenir, serta dukungan promosi dari dinas pariwisata menunjukkan bahwa adanya farmhouse ini mendukung UKM lokal dan mengunggulkan pesona dari wilayah Lembang itu sendiri.
Dengan mengelola dan memanfaatkan intellectual capital secara efektif, Farmhouse Lembang dapat terus menarik pengunjung, menawarkan pengalaman yang berkualitas, dan berinovasi dalam menciptakan atraksi baru. Ini membantu dalam mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Bandung.

Great Asia Afrika

Great Asia Afrika di Bandung adalah destinasi wisata yang menampilkan replika bangunan dan budaya dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Kayaknya Farmhouse yang tempatnya bersebrangan jalan, Great Asia Afrika juga merupakan tempat edukasi dimana menonjolkan gaya bangunan sesuai dengan julukannya. Pekerja yang terlibat dalam pembuatan dan pemeliharaan replika bangunan serta pameran budaya. Keahlian mereka dalam menciptakan representasi yang autentik adalah bagian penting dari modal manusia.

Infrastruktur fisik yang mencerminkan arsitektur dan desain dari berbagai negara di Asia dan Afrika. Ini mencakup bangunan, taman, dan fasilitas lainnya yang dirancang untuk memberikan pengalaman otentik kepada pengunjung. Prosedur operasional standar, sistem manajemen tiket, pengelolaan fasilitas, dan teknologi informasi yang digunakan untuk mengelola aliran pengunjung dan memastikan pengalaman yang lancar dan menyenangkan. Adanya gondola memberikan pengalaman menakjubkan saat naik dan turun memotong jalur berkelok dalam great asia afrika.

Secara keseluruhan, kegiatan REELS UIT Lirboyo menunjukkan pentingnya pemahaman dan pengelolaan intellectual capital untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jaringan dan kerjasama, serta berkontribusi pada masyarakat dan ilmu pengetahuan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan inovasi yang mendorong kemajuan baik secara individu maupun tingkat universitas.

( Reels 2024, Mahasiswa PGMI Kelas B Pascasarjana UIT Lirboyo )

Anggota Kelompok 2:
1. Fahimatul Ulumiah
2. Muwallidatina
3. Muhammad Ulil Abshor