Home Berita Mahasiswa Pascasarjana UIT Lirboyo Kediri Menjadi Presenter AICROM Probolinggo 2024

Mahasiswa Pascasarjana UIT Lirboyo Kediri Menjadi Presenter AICROM Probolinggo 2024

113
0
SHARE

PROBOLINGGO – Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Probolinggo menggelar acara The Annual International Conference on Religious Moderation (AICROM) di Aula KH. Hasan Saifourridzal pada Rabu, 6 Maret 2024.

Acara tersebut merupakan konferensi internasional tahunan tentang Moderasi Keagamaan, sebuah forum yang mengundang pemikir, pemimpin agama, dan akademisi untuk mendiskusikan isu-isu krusial seputar moderasi keagamaan. Konferensi ini bertujuan untuk membuka ruang dialog antaragama, mendorong pemahaman lintas kepercayaan, dan menjelajahi cara-cara untuk mengatasi ekstremisme serta radikalisme. Dengan fokus pada moderasi keagamaan, peserta diundang untuk berbagi pandangan, penelitian, dan pengalaman praktis yang dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan dialog antarumat beragama.

Tiga Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri turut menjadi presenter The Annual International Conference on Religious Moderation (AICROM) Probolinggo 2024 yang diselengarakan di Universitas Islam KH. Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Mahasiswa Pascasarjana UIT Lirboyo Kediri yang ikut menjadi presenter yakni Hidayatul Maslakha, S.Pd. (PAI-B Semester 2), Muhammad Rizqi Mubarok, S.Pd. (PAI-B Semester 2), Nashrulloh Ahsan, S.Pd. (PAI-D Semester 2). Empat mahasiswa lainnya sebagai partisipan, yakni Muhammad Ulin Nuha, S.Pd. (PAI-B Semester 2), Ngalimatul Mukarromah, S.Pd. (PAI-B Semester 2), Nurul Atikoh, S.Pd. (PAI-B Semester 2), dan Mufrodatul Hidayah, S.Pd. (PAI-C Semester 2).

AICROM kali ini turut menghadirkan Prof. Akh. Muzakki, M.Ag., Grad. Dip.SEA., M.Phil., Ph.D., sebagai Keynote Speech seorang akademisi yang kini menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan sekaligus menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa khidmat 2022-2027 beliau memberikan wawasan mendalam mengenai pentingnya moderasi keagamaan dalam konteks global saat ini. Prof. Dr. Faisol Mahmud Adam Ibrahim., dari Sudan Afrika Timur sebagai Speakers Seasion I yang memberikan wawasan tentang Prinsip moderasi yang mengacu pada keseimbangan dan keadilan. Sementara Prof. Dr. Bakri Muhammad Bakhiet., Speakers Seasion II Sudan Afrika Timur seorang ahli di bidang keagamaan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran moderat membagikan wawasan dan pengalaman praktis mengenai penerapan moderasi keagamaan dalam masyarakat sehari-hari.

Mafudz Sulaiman, M.Pd., selaku Ketua Panitia AICROM menerangkan bahwa kampus UNZAH telah lama menjadi pusat keilmuan yang menekankan pentingnya harmoni antarumat beragama. Menyadari kompleksitas tantangan global yang melibatkan aspek keagamaan, universitas ini merasa mendesak untuk menjadi motor penggerak dalam upaya mempromosikan moderasi keagamaan. Melalui The Annual International Conference on Religious Moderation, Universitas Islam Zainul Hasan Genggong berharap dapat menjadi katalisator bagi perubahan positif dalam memahami dan mengelola perbedaan keagamaan, serta membuka jalan menuju perdamaian dan toleransi yang lebih besar di dunia ini.

Offline Parallel Session yang diikuti oleh 3 mahasiswa ada di Room 2 bertempatkan di KH. Hasan Saifurridzal Auditorium yang dimoderatori langsung oleh Dr. Mamluatun Ni’mah, M. Pd, dengan mengangkat tema “Strengthening Religious Moderation Values in the Sabilu Taubah Taklim Assembly in Karanggayam Village, Blitar District” oleh Hidayatul Maslakha, dkk., “The Existence of the Role of Islamic Boarding Schools as Community Self-Help in Realizing Religious Moderation in the Digital Era” oleh Muhammad Rizqi Mubarok, dkk., “Building an Attitude of Moderation for Various Students through Islamic Religious Education Materials Based on Case Study Boarding Schools at MA Al Mahrusiyah Lirboyo, Kediri City” oleh Nashrulloh Ahsan, dkk. dan “Actualization of the Khidmah Program in Implementing Religious Moderation Values in Students at the Lirboyo Islamic Boarding School” oleh Ngalimatul Mukarromah, dkk.