Home Kolom Dosen Konsep Kepribadian dalam Ilmu Psikologi

Konsep Kepribadian dalam Ilmu Psikologi

1593
0
SHARE

Konsep Kepribadian dalam Ilmu Psikologi.

Sobat. Kepribadian adalah pola pikiran, perasaan, dan perilaku yang khas yang membedakan seseorang dari yang lain. Ini mencakup keseluruhan cara seseorang berinteraksi dengan dunia di sekitarnya, termasuk bagaimana mereka merespons situasi, menanggapi orang lain, dan menghadapi tantangan dalam hidup. Kepribadian juga mencakup aspek-aspek seperti preferensi, nilai-nilai, kepercayaan, dan sikap yang membentuk identitas individu. Ini adalah konsep yang kompleks dan multifaset yang dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup. Kepribadian tidak statis, tetapi dapat berkembang dan berubah seiring waktu melalui interaksi dengan lingkungan dan pengalaman hidup.
Kepribadian adalah salah satu bidang penting dalam ilmu psikologi yang mempelajari pola perilaku, pikiran, dan emosi yang konsisten pada individu dari waktu ke waktu. Konsep kepribadian melibatkan beberapa teori dan pendekatan untuk memahami bagaimana orang menjadi seperti yang mereka adalah.
Beberapa konsep utama dalam ilmu psikologi tentang kepribadian termasuk:
1. Teori-Terori Kepribadian: Ada berbagai teori yang mencoba menjelaskan asal-usul dan struktur kepribadian. Beberapa teori terkenal termasuk Teori Sifat Big Five, Teori Psikoanalisis Sigmund Freud, Teori Kepribadian Humanistik Carl Rogers, dan banyak lagi.
2. Faktor-Faktor Penentu Kepribadian: Psikolog juga mempelajari faktor-faktor apa yang membentuk kepribadian seseorang, apakah itu genetik, lingkungan, atau pengalaman hidup.
3. Dimensi Kepribadian: Banyak teori mengidentifikasi dimensi atau karakteristik utama yang membentuk kepribadian seseorang. Contohnya adalah dimensi-dimensi dalam Teori Big Five: Keterbukaan, Kehati-hatian, Ekstroversi, Kepedulian, dan Kestabilan Emosi.
4. Perilaku dan Interaksi: Kepribadian seseorang juga memengaruhi cara mereka berinteraksi dengan dunia dan orang lain di sekitar mereka. Psikolog mempelajari bagaimana kepribadian mempengaruhi perilaku individu dan interaksi sosial.
5. Perubahan Kepribadian: Meskipun kepribadian cenderung konsisten dari waktu ke waktu, perubahan kepribadian bisa terjadi karena pengalaman hidup, peristiwa penting, atau intervensi psikologis.
Studi kepribadian penting karena dapat membantu kita memahami individu secara lebih baik, membantu dalam pemilihan karier, pengembangan pribadi, dan memprediksi perilaku.

Tipe-tipe Kepribadian dalam pandangan Hypocrates dan Galenus.

Sobat. Dalam pandangan Hippocrates dan Galen, dua tokoh penting dalam sejarah kedokteran dan filsafat Yunani kuno, ada konsep tentang empat tipe kepribadian yang disebut sebagai “tipe-tipe kepribadian Hippocratic-Galenic”. Konsep ini didasarkan pada teori bahwa keseimbangan empat elemen dasar alam semesta (api, udara, air, dan tanah) dalam tubuh manusia mempengaruhi kepribadian mereka. Berikut adalah empat tipe kepribadian dalam pandangan Hippocrates dan Galen:
1. Sanguine: Individu yang disebut sanguine cenderung ceria, optimis, dan penuh energi. Mereka mudah bergaul, ramah, dan memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan berbagai situasi. Keseimbangan unsur udara dan api dalam tubuh diyakini menjadi penyebab sifat-sifat ini.
2. Kolerik: Kolerik merujuk pada individu yang memiliki sifat-sifat kuat, percaya diri, dan tegas. Mereka cenderung menjadi pemimpin alami, bersemangat, dan memiliki energi yang tinggi. Dominasi unsur api dalam tubuh dipercaya menjadi penyebab kepribadian ini.
3. Melankolis: Orang dengan tipe kepribadian melankolis cenderung introvert, sensitif, dan cenderung merenungkan. Mereka sering memiliki imajinasi yang kuat dan cenderung perfeksionis. Keseimbangan unsur tanah dan air dalam tubuh diyakini memengaruhi sifat-sifat ini.
4. Plegmatis: Plegmatis merujuk pada individu yang stabil, tenang, dan mudah bergaul. Mereka cenderung tidak terpengaruh oleh tekanan atau emosi, dan memiliki kecenderungan untuk berpikir dengan logika yang baik. Keseimbangan unsur air dalam tubuh diyakini menjadi penyebab sifat-sifat ini.
Meskipun konsep ini telah dikembangkan lebih lanjut sejak zaman kuno, termasuk oleh para penulis seperti Galen dan Avicenna, mereka tetap menjadi bagian penting dari sejarah pemikiran psikologis dan medis. Namun, mereka telah diperdebatkan dan dikritik dalam konteks ilmu psikologi modern karena ketidakmungkinan untuk mengaitkan kepribadian secara langsung dengan empat unsur alam semesta.

Edward Spranger ahli Ilmu Jiwa Jerman membagi 6 Kepribadian Manusia.

Benar, Edward Spranger, seorang psikolog Jerman yang terkenal karena karyanya dalam psikologi kepribadian, mengemukakan teori tentang enam tipe kepribadian manusia. Teori ini dikenal sebagai “Tipe Kepribadian Spranger” atau “Tipe Motivasi Spranger”. Berikut adalah enam tipe kepribadian yang diidentifikasi oleh Spranger:
1. Artistic (Seni): Individu dengan tipe kepribadian ini memiliki ketertarikan yang tinggi pada keindahan, kreativitas, dan ekspresi pribadi. Mereka cenderung mencari cara untuk mengungkapkan diri mereka melalui seni, musik, sastra, atau bentuk-bentuk kreativitas lainnya.
2. Social (Sosial): Orang dengan tipe kepribadian ini menunjukkan perhatian dan perhatian yang besar terhadap orang lain. Mereka cenderung bersifat empati, peduli, dan peka terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain. Mereka biasanya menikmati interaksi sosial dan bekerja untuk kesejahteraan bersama.
3. Enterprising (Berjiwa Wiraswasta): Individu-enterprising adalah pemimpin alami dan orang yang ambisius. Mereka memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai tujuan mereka sendiri dan cenderung berani mengambil risiko. Mereka juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan cenderung bersemangat dalam memotivasi orang lain.
4. Conventional (Konvensional): Orang dengan tipe kepribadian konvensional cenderung memiliki nilai-nilai tradisional dan suka menjaga ketertiban dan keteraturan. Mereka menilai keamanan, konsistensi, dan stabilitas dalam kehidupan mereka. Mereka dapat menjadi konservatif dan cenderung mengikuti norma-norma sosial yang mapan.
5. Investigative (Penyelidik): Individu-investigative suka mengeksplorasi dan memahami dunia melalui analisis dan pemecahan masalah. Mereka cenderung analitis, rasional, dan suka mencari penjelasan ilmiah untuk fenomena-fenomena yang kompleks. Mereka menikmati belajar dan mengejar pengetahuan.
6. Realistic (Realistis): Orang dengan tipe kepribadian realistis lebih tertarik pada hal-hal yang nyata, konkret, dan praktis. Mereka cenderung memiliki keterampilan teknis yang kuat dan suka menyelesaikan tugas-tugas fisik atau mekanis. Mereka juga cenderung bersifat praktis dan tidak suka spekulasi.
Teori tipe kepribadian Spranger memberikan pandangan yang kaya tentang variasi dalam motivasi dan minat individu, membantu kita memahami bagaimana orang berbeda memandang dan berinteraksi dengan dunia di sekitar mereka.

C.G Jung Ahli penyakit jiwa Swiss juga membagi keperibadian manusia menjadi dua type.

Benar, Carl Gustav Jung, seorang psikolog Swiss yang terkenal karena kontribusinya terhadap psikoanalisis dan psikologi analitis, mengembangkan teori tentang dua tipe kepribadian manusia yang sangat terkenal. Dua tipe kepribadian ini dikenal sebagai tipe ekstraversi dan tipe introversi.
1. Ekstraversi: Individu dengan tipe kepribadian ekstraversi cenderung mencari stimulasi dari dunia luar. Mereka aktif secara sosial, ekspresif, dan suka berinteraksi dengan orang lain. Mereka mendapatkan energi dan kepuasan dari hubungan sosial dan kegiatan yang melibatkan interaksi dengan lingkungan eksternal.
2. Introversi: Sebaliknya, individu dengan tipe kepribadian introversi cenderung lebih memperhatikan dunia internal mereka sendiri. Mereka cenderung tenang, reflektif, dan merasa lebih nyaman dalam kesendirian atau dalam kelompok kecil. Mereka mendapatkan energi dari refleksi internal, pemikiran, dan kegiatan yang melibatkan kedalaman psikologis.
Jung menganggap ekstraversi dan introversi sebagai dimensi yang mendasari kepribadian manusia dan memengaruhi bagaimana individu memproses informasi, berinteraksi dengan dunia, dan mengalami kehidupan secara umum. Dia juga berpendapat bahwa kebanyakan orang memiliki elemen dari kedua tipe dalam kepribadian mereka, dengan salah satu tipe mungkin lebih dominan daripada yang lain.
Konsep Jung tentang tipe kepribadian telah menjadi sangat berpengaruh dalam psikologi dan banyak tes kepribadian yang digunakan saat ini masih mengintegrasikan konsep ekstraversi dan introversi dalam pemahaman kepribadian individu.

Seorang Ahli psikologi berkebangsaan Belanda Gerart Heymans membagi Tipe Kepribadian manusia menjadi tujuh tipe.

Gerard Heymans adalah seorang psikolog Belanda yang terkenal karena kontribusinya dalam psikologi eksperimental dan filosofi. Salah satu karyanya yang terkenal adalah teori tentang tujuh tipe kepribadian manusia, yang dikenal sebagai “Tujuh Tipe Heymans” atau “Tujuh Faktor Heymans”. Berikut adalah tujuh tipe kepribadian yang diidentifikasi oleh Heymans:
1. Tipe Realis: Individu yang cenderung realistis, pragmatis, dan berfokus pada hal-hal yang konkret dan praktis dalam hidup.
2. Tipe Sensasionalis: Orang dengan tipe ini cenderung mencari pengalaman sensasi dan stimulasi. Mereka mungkin memiliki kecenderungan untuk mencari kesenangan dan kegembiraan dalam aktivitas yang menarik.
3. Tipe Emosional: Individu-emotional memiliki kepekaan yang tinggi terhadap emosi, baik mereka sendiri maupun orang lain. Mereka mungkin lebih cenderung untuk merespons secara emosional terhadap situasi dan memiliki kesadaran yang kuat terhadap perasaan.
4. Tipe Kekuasaan: Orang dengan tipe ini cenderung ambisius, percaya diri, dan memiliki dorongan yang kuat untuk mencapai keberhasilan dan pengaruh. Mereka mungkin memiliki kecenderungan untuk mencari kekuasaan dan status.
5. Tipe Sosial: Individu dengan tipe sosial cenderung menyukai interaksi sosial dan merasa nyaman dalam lingkungan yang ramai. Mereka biasanya bersifat ramah, kooperatif, dan peduli terhadap kesejahteraan orang lain.
6. Tipe Teoritis: Orang-orang dengan tipe ini cenderung memiliki minat yang kuat dalam pengetahuan, pemikiran abstrak, dan pemecahan masalah. Mereka sering menjadi pembelajar yang rajin dan mencari pemahaman yang mendalam tentang dunia.
7. Tipe Artistik: Individu dengan tipe artistik cenderung kreatif, imaginatif, dan mungkin memiliki kecenderungan untuk mengekspresikan diri melalui seni, musik, atau bentuk-bentuk ekspresi kreatif lainnya.
Teori Heymans tentang tujuh tipe kepribadian memberikan gambaran yang komprehensif tentang variasi dalam kepribadian manusia, mengakui bahwa setiap individu memiliki kombinasi unik dari karakteristik kepribadian. Meskipun teori ini tidak sepopuler beberapa teori lainnya seperti Teori Big Five, itu masih menjadi kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang diversitas kepribadian manusia.

Beberapa arti kedewasaan dalam psikologi.

Dalam psikologi, kedewasaan dapat memiliki beberapa arti tergantung pada konteksnya. Berikut adalah beberapa arti kedewasaan dalam psikologi:
1. Kedewasaan Fisik: Ini mengacu pada tahap perkembangan di mana tubuh seseorang telah mencapai pertumbuhan dan perkembangan fisik penuh. Ini termasuk perkembangan organ tubuh, sistem saraf, dan fungsi-fungsi tubuh lainnya yang penting untuk kesehatan dan kesejahteraan fisik.
2. Kedewasaan Emosional: Ini merujuk pada kemampuan seseorang untuk mengelola emosi dengan baik dan memahami perasaan mereka sendiri serta perasaan orang lain. Orang yang memiliki kedewasaan emosional biasanya mampu menghadapi tantangan dan stres dengan cara yang produktif, memiliki empati yang baik, dan mampu menjaga keseimbangan emosional mereka.
3. Kedewasaan Sosial: Ini berkaitan dengan kemampuan individu untuk berinteraksi dengan orang lain secara sehat, membangun hubungan yang kuat, dan memahami norma-norma sosial. Kedewasaan sosial melibatkan kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif, berkolaborasi dengan orang lain, dan menangani konflik dengan baik.
4. Kedewasaan Kognitif: Ini mengacu pada kemampuan seseorang untuk berpikir secara rasional, membuat keputusan yang baik, dan menyelesaikan masalah dengan baik. Orang yang memiliki kedewasaan kognitif biasanya memiliki kemampuan berpikir kritis, kemampuan beradaptasi dengan situasi yang berubah, dan memiliki persepsi yang jernih tentang dunia di sekitar mereka.
5. Kedewasaan Psikologis: Ini merujuk pada keseluruhan kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis seseorang. Kedewasaan psikologis mencakup kemampuan untuk mengenali dan mengelola emosi, menerima diri sendiri dan orang lain, dan memiliki pemahaman yang mendalam tentang diri dan tujuan hidup.
6. Kedewasaan Spiritual: Bagi beberapa orang, kedewasaan juga dapat merujuk pada kemampuan untuk mengembangkan makna dan tujuan dalam hidup mereka, serta memiliki hubungan yang dalam dengan diri mereka sendiri, orang lain, atau kekuatan spiritual atau transenden.
Kedewasaan dalam psikologi tidak hanya melibatkan pertumbuhan dan perkembangan individu dalam satu aspek tertentu, tetapi merupakan integrasi dari berbagai aspek kehidupan seseorang untuk mencapai keseimbangan dan kesejahteraan holistik.

Tanda-tanda Kepribadian yang sehat.

Kepribadian yang sehat dapat dikenali melalui berbagai tanda-tanda positif dalam perilaku, pemikiran, dan emosi seseorang. Berikut adalah beberapa tanda-tanda kepribadian yang sehat:
1. Keseimbangan Emosional: Individu dengan kepribadian yang sehat memiliki keseimbangan emosional yang baik. Mereka mampu mengidentifikasi, mengakui, dan mengelola emosi dengan baik tanpa menjadi terlalu terpengaruh oleh mereka.
2. Kemandirian: Orang yang memiliki kepribadian yang sehat mampu bertindak secara mandiri dan mengambil tanggung jawab atas keputusan dan tindakan mereka. Mereka tidak terlalu bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
3. Empati dan Keterhubungan Sosial: Kepribadian yang sehat seringkali mencerminkan kemampuan untuk berempati dengan orang lain, memahami perspektif mereka, dan menjalin hubungan yang positif dengan orang lain. Mereka biasanya peduli terhadap kesejahteraan orang lain dan berusaha membangun koneksi yang bermakna.
4. Fleksibilitas dan Adaptabilitas: Individu dengan kepribadian yang sehat mampu beradaptasi dengan perubahan dan tantangan dalam hidup mereka. Mereka memiliki kemampuan untuk berfleksibilitas dalam situasi yang berubah dan menyesuaikan rencana mereka sesuai kebutuhan.
5. Kemandirian dan Penyesuaian Diri: Orang yang memiliki kepribadian yang sehat biasanya memiliki tingkat kepercayaan diri yang sehat dan memiliki kemampuan untuk menetapkan tujuan, mengatasi hambatan, dan mengelola stres dengan baik.
6. Kepuasan dengan Hidup: Kepribadian yang sehat sering diidentifikasi dengan tingkat kepuasan yang baik terhadap hidup mereka. Meskipun mereka mungkin menghadapi tantangan, mereka memiliki kemampuan untuk menemukan arti dan kepuasan dalam kehidupan mereka.
7. Kebiasaan Hidup Sehat: Individu yang memiliki kepribadian yang sehat cenderung mengutamakan kesehatan fisik dan mental mereka. Mereka mungkin memiliki kebiasaan hidup sehat seperti olahraga teratur, pola makan yang seimbang, istirahat yang cukup, dan praktik kesehatan mental seperti meditasi atau refleksi diri.
Memiliki kepribadian yang sehat adalah proses yang berkelanjutan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, lingkungan, dan pengalaman hidup. Meningkatkan kesehatan kepribadian melibatkan kesadaran diri, refleksi, dan komitmen untuk pertumbuhan dan perkembangan pribadi yang positif.

Tanda-tanda kepribadian yang kurang sehat.

Kepribadian yang kurang sehat dapat ditandai oleh berbagai tanda-tanda negatif dalam perilaku, pemikiran, dan emosi seseorang. Berikut adalah beberapa tanda-tanda kepribadian yang kurang sehat:
1. Keseimbangan Emosional yang Terganggu: Orang dengan kepribadian yang kurang sehat mungkin mengalami kesulitan dalam mengelola emosi mereka. Mereka mungkin cenderung bereaksi secara berlebihan terhadap situasi yang menantang atau memiliki perubahan suasana hati yang tiba-tiba dan tidak terduga.
2. Rendahnya Empati dan Keterhubungan Sosial: Individu yang memiliki kepribadian yang kurang sehat mungkin kurang empati terhadap orang lain dan cenderung bersikap egois atau manipulatif dalam hubungan mereka. Mereka juga mungkin kesulitan menjalin hubungan yang bermakna dan mempertahankan koneksi sosial yang sehat.
3. Perilaku Maladaptif atau Destructive: Orang dengan kepribadian yang kurang sehat mungkin cenderung menunjukkan perilaku yang merugikan diri sendiri atau orang lain, seperti penggunaan obat-obatan atau alkohol secara berlebihan, kecanduan, kekerasan, atau perilaku impulsif yang tidak bertanggung jawab.
4. Kesulitan dalam Menyesuaikan Diri atau Bersifat Terlalu Adaptif: Kepribadian yang kurang sehat dapat ditandai oleh kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan atau stres dalam hidup. Mereka mungkin terjebak dalam pola-pola perilaku yang tidak sehat atau terlalu bergantung pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan mereka.
5. Ketidakstabilan dalam Hubungan: Individu dengan kepribadian yang kurang sehat mungkin memiliki kesulitan dalam mempertahankan hubungan yang stabil dan sehat. Mereka mungkin cenderung bergantung pada hubungan yang tidak sehat atau merasa tidak aman dalam hubungan yang mendukung.
6. Kesulitan dalam Mengatasi Tantangan: Orang dengan kepribadian yang kurang sehat mungkin memiliki kesulitan dalam mengatasi tantangan atau kesulitan dalam hidup mereka. Mereka mungkin merasa putus asa, cemas, atau terjebak dalam siklus negatif pikiran atau perilaku.
7. Ketidakpuasan Terhadap Hidup: Kepribadian yang kurang sehat seringkali diidentifikasi oleh tingkat kepuasan yang rendah terhadap hidup mereka. Mereka mungkin merasa tidak bahagia, tidak bermakna, atau tidak memiliki tujuan hidup yang jelas.
Penting untuk diingat bahwa kepribadian yang kurang sehat tidaklah tetap dan dapat berkembang seiring waktu dengan dukungan, pengobatan, atau intervensi yang tepat. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tanda-tanda kepribadian yang kurang sehat, penting untuk mencari bantuan profesional dari psikolog atau konselor untuk evaluasi dan bimbingan lebih lanjut.
Salam Sehat dan Salam Bahagia!
( DR Nasrul Syarif M.Si. Penulis 30 Buku Motivasi dan Pengembangan diri. Dosen Psikologi Komunikasi dan Psikologi Pendidikan UIT Lirboyo )